DAILYSATU- Keberhasilan Direktorat Narkoba Bareskrim mengungkap jaringan penyelundupan sabu-sabu 1,6 ton di Batam, Kepulauan Riau, Februari lalu berdampak signifikan.
Bandar narkoba mulai takut masuk ke Indonesia pasca penangkapan empat orang penyelundup sabu di Perairan Batam itu. Sebabnya aparat gabungan rutin melakukan operasi skala besar mulai dari perairan Aceh hingga Batam.
"Mungkin sindikat jaringan takut. Mungkin sekarang dia juga mappingkita. Sekarang dari Pantai Aceh hingga Batam di patroli skala besar sehingga mereka (jaringan narkoba) tak berani masuk," kata Direktur Narkoba Brigjen Eko Daniyanto di Jakarta Selasa (3/4).
Paska operasi besar-besaran itu, jenderal bintang satu ini melanjutkan, stok sabu di wilayah Jakarta semakin menipis. Indikasi menipisnya stok sabu juga terlihat dari penurunan tren peredaran narkoba dalam dua bulan terakhir.
"Dua bulan terakhir (sabu di lapangan) dibandingkan dua bulan yang lalu memang mengalami penurunan. Harga sabu di pasaran naik kecuali dari Sumatera karena (di sana) itu masuk dari laut, dari nelayan Penang ke Aceh dan Johor ke Bengkalis," urainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar